Crocodile & Turtle Abandoned at Taman Festival Bali

FaunaWelfare, Monday, 20th Oct 2008
We received info's related to abandoned Crocodile and Turtles at Taman Festival Bali.
Those Crocodile, like 20’s of them, got thier food of chicken ONLY once a week..!!
Poor Turtle, recording to the ticketing lady that on daily base was there, she said society surrounding like to steal them, for food supplied.
All help are needed to evacuate them asap..!
Would any of our reader or member will to participate along to help them, to evacuate them to the better and treated places, such




as forwarded email-1:
Dear friends,
Saya mau share nih dan mungkin ada teman-teman yang bisa bantu setelah baca..
Minggu kemarin saya dan beberapa teman mengadakan photo trip keliling tempat-tempat wisata di Bali. Karena hampir semua area wisata masih dipenuhi turis domestic (suasana liburan) maka kami mencari lokasi yang tidak diketahui banyak orang. Salah satunya, kami mengunjungi bekas bangunan Taman Festival Bali (TFB) di Padang Galak, di daerah By Pass Tohpati (bagi yang belum tahu lokasinya).
Dulu saat SMU saya dan teman-teman sering mengunjungi tempat itu, untuk area bermain roller blade atau skateboard. Pengunjung masih diperbolehkan masuk untuk bermain atau melihat-lihat bangunan terabaikan tersebut dengan hanya membayar 4000 rupiah. Di dalamnya saat itu hanya ada reptil dan buaya. Sisanya pengunjung bebas menggunakan area untuk kegiatan apapun selama tidak merusak.
Sudah bertahun-tahun (5 tahun tepatnya sejak lulus SMU) saya tidak pernah kesana lagi, saya hanya sempat mendengar bahwa lokasi TFB tersebut kerap digunakan sebagai area pemainan Air-soft gun oleh club penggemarnya. Namun saya mengira bahwa hewan-hewan di dalam sana tentunya sudah dialokasikan ke tempat lain yang pemilik/pengelolanya mampu mengurus dan membiayai pemeliharaan mereka.
Singkatnya, saya mengira TFB kini sudah tidak memiliki taman reptile/kolam buaya lagi dan hanya merupakan bangunan terabaikan yang masih bisa digunakan sebagai tempat bermain saja.
Kemarin saat mengajak teman-teman kesana saya kira tempat itu sudah tidak dibuka untuk umum lagi, ternyata disana masih ada penjaga loket dan beberapa penjaga di pos security.
Saat saya tanya ternyata harga tiket masuknya masih sama. Harga per satu orang 4000 rupiah tapi boleh ditawar untuk pengunjung rombongan.
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya tidak berharap melihat apapun selain bangunan rusak dan tempat bermain yang sudah terbengkalai, namun ketika melihat kolam buaya mereka saya sangat terkejut menemukan belasan bahkan mungkin puluhan ekor buaya yang tampak sangat menyedihkan keadaannya..
Seluruh area tersebut dipenuhi bau busuk yang menyengat. Seperti bau kotoran hewan dalam jumlah besar. Kondisi yang bias saya gambarkan mungkin seperti kebun binatang yang tidak pernah dibersihkan selama bertahun-tahun.
Otak saya yang tidak pintar berhitung langsung bekerja secara sederhana, menghitung jumlah pemasukan pengelola (atau siapapun yang saat itu saya lihat in-charge disana) dengan jumlah pengeluaran yang harus mereka lakukan untuk pemeliharaan hewan-hewan karnivora sebanyak itu..
Tidak mungkin tertutupi bahkan jika pengunjung TFB setiap harinya mencapai 100 orang, dengan perincian sbb:
4000 x 100 = 400,000
Silahkan dihitung harga per kilo daging/ayam (saya engga pernah belanja daging, jadi mohon maklum ngga tau harga pas-nya.. tapi saya perkirakan haga sekilo daging setidaknya 15,000 dan berapa banyak yang harus dibeli untuk ke-sekian ekor buaya tersebut?)
Belum lagi biaya operasional seperti gaji untuk pegawai yang in-charge..
Nah, itu kalau ada 100 pengunjung setiap harinya.. sedangkan saya kira itu hampir tidak mungkin, karena sejak 5 tahun yang lalu, yang saya tahu hanya maksimum 20 pengunjung setiap hari (Kalau sedang musim pengunjung!). Apalagi jika banyak pengunjungnya suka menawar seperti saya..
Entah apa alasannya mereka masih mempertahankan buaya-buaya tersebut disana. Pengunjung yang datang kesana pun saya kira tidak mungkin tertarik melihat atraksi tersebut, selain karena baunya yang luar biasa mengganggu penciuman anda, lokasinya pun dipenuhi banyak serangga karena banyaknya semak-semak yang menghutan disekelilingnya.
Adapun pengunjung yang masuk, seperti saya jelaskan tadi, hanya melakukan kegiatan mereka sendiri-sendiri seprti bermain atau kegiatan fotografi (beberapa photographer sering terlihat menggunakan lokasi tersebut untuk commercial photo shoot).
Maksud saya menceritakan ini semua bukan semata-mata untuk memberitahukan ke teman-teman mengenai hidden spot untuk berlibur, tapi saya berharap ada dari teman-teman yang tahu dan bersedia membantu setelah ini untuk mengalokasikan buaya-buaya tersebut ke tempat yang lebih baik..
Siapa tahu anda atau relasi memiliki taman hiburan atau kebun binatang atau usaha di bidang yang sejenis, dan merasa mampu membantu dan berbuat sesuatu untuk itu, semoga ini bisa menjadi informasi bagi anda. Dan kesempatan lebih baik bagi kelangsungan hidup buaya-buaya tersebut.
Saya belum mengetahui contact detail pengelola TFB, tapi jika ada teman-teman yang membutuhkan, saya bersedia membantu.
Lokasi tepatnya ada di samping pantai padang galak, masuk dari by pass tohpati, arah dari sanur ke Gianyar.
as forwarded email-2:
Kemarin siang sy sempatkan ke TFB ditemani tunanganku, setelah sempat nyasar akhirnya sy sampai juga di TFB.
pertama sy tdk tahu tmpt buaya2 tsb kemudian diluar gedung tua itu sy tanya ke toko handphone dan mereka tahu kalau disana memang ada buaya. saat sy mau masuk ke dlm gedung tua itu, ada seorang ibu yg nyamperin sy dan sy diharuskan membayar 3000/org.
karena letak buaya itu agak ke dlm maka sy diantar ibu itu dan dia bercerita kalau sebenarnya buaya2 itu ada yg membiayai katanya sih org jakarta, tp sy tdk tanya lebih lanjut. dan buaya2 itu dikasih makan daging ayam tiap sabtu (artinya dikasih makan hanya 1 minggu sekali).
Kata ibu itu juga buaya2 itu akan dipindahkan ke jawa timur (jatim park) dlm waktu dekat.....(namun tidak tau kapan realisasi nya). tempat itu memang tidak bau mungkin Fay waktu kesana pas bau ya....
disana selain ada buaya juga ada penyu dan kondisinya juga sdh tdk terawat, mungkin dikasih makan juga seadanya saja.... msh kata ibu itu penyu2 itu dikasih makan pepaya (sy tdk tau makanan penyu seharusnya apa), dan penyu itu sering dicuri org yg masuk lewat jalan belakang untuk dijadikan makanan...






Recent comments
1 year 26 weeks ago